Telah kusebut disela-sela Waktu yang Diijabah
Sejenak aku menoleh ke belakang
Hingga Menerawang jauh ke angkasa,
Imagi memanggil satu per satu mimpi yang tersimpan rapi dan
agak usang
Hembusan yang membuatku tersedak, seakan telah berabad-abad
memoar itu
Debaran di dada begitu menyeruak, entahlah... mungkin karena
bahagia atau terjawab sudah pintaku
Sebenarnya, ....
Jauh sebelum ungkapan itu sampai
Di kala aku sudah putus asa
Telah lama kupendam hingga akhirnya kupilih untuk diredam. Namun,
... Dia seketika memberi pernyataan.
Dengan cepat jemari mungil yang padat itu menghalangi
pandanganku, sengaja untuk menutupi merona di wajah.
Tiba-tiba kaku, pilu, tiap kataku. “Tidak, Iya...iya..betul”
dengan anggukan pelan menunduk malu.
Kemarin, Kini dan yang akan datang semua terangkum secara
singkat. Dengan tegas niat itu
tersampaikan dengan tenang dan penuh hikmat.
[15615]
[15615]
“Selalu ada harapan
untuk mereka yang berusaha dan berdoa”. (In)
