Rabu, 01 Juli 2015


Telah kusebut disela-sela Waktu yang Diijabah

Sejenak aku menoleh ke belakang
Hingga Menerawang jauh ke angkasa,
Imagi memanggil satu per satu mimpi yang tersimpan rapi dan agak usang
Hembusan yang membuatku tersedak, seakan telah berabad-abad memoar itu
Debaran di dada begitu menyeruak, entahlah... mungkin karena bahagia atau terjawab sudah pintaku
Sebenarnya, ....
Jauh sebelum ungkapan itu sampai
Di kala aku sudah putus asa
Telah lama kupendam hingga akhirnya kupilih untuk diredam. Namun, ... Dia seketika memberi pernyataan.
Dengan cepat jemari mungil yang padat itu menghalangi pandanganku, sengaja untuk menutupi merona di wajah.
Tiba-tiba kaku, pilu, tiap kataku. “Tidak, Iya...iya..betul” dengan anggukan pelan menunduk malu.
Kemarin, Kini dan yang akan datang semua terangkum secara singkat. Dengan tegas  niat itu tersampaikan dengan tenang dan penuh hikmat.
[15615]




“Selalu ada harapan untuk mereka  yang berusaha dan berdoa”. (In)

Air di Pelupuk Mata

Waktu yang diijabah terlelapnya para pecinta dunia Mereka yang berharap dan meminta menghampar tumpuan sahaya saat bangkit akan terliha...