Ayah, Ibu, Iin, YazZ, Mama dan Bapak
Hari
sakral di hari sabtu, 5 Desember 2015 tepat seorang Bapak separuh baya
menyerahkan anak pertamanya dengan penuh isak dan haru biru kepada
seorang lelaki soleh In ya Allah.
Pada
saat itu pula, seluruh tanggungjawab diserahkan kepada sang suami. Betapa
hancur hati para syaitan menyaksikan ikatan suci tersebut. Lantunan Do’a-do’a
dari para karib dan keluarga beserta para malaikat memuji dan mengaminkan
seluruh Do’a.
Bahagia,
yah..siapa yang tak bahagia pada hari itu? para tamu berdatangan dari penjuru
kecamatan dan kabupaten. Satu persatu memberikan selamat dan tak lupa
mendokumentasikan wajah ceria mereka.
Allah
tidak akan pernah salah dalam perihal jodoh, ia akan mempertemukan seorang
lelaki dan perempuan yang tepat di waktu yang tepat. Ingat kalimat
ini? “akan indah pada waktunya”, yah kalian pasti akan merasakan masa itu, yang
kita perlukan hanyalah sabar menanti ketentuan Sang Penentu dan tak lupa terus
berbaik sangka atas apa yang ditimpakan kepada kita.
Sejak
saat itu pula sang istri wajib taat pada suaminya melebihi ibu bapaknya. Istri
juga perlu tahu bahwa suami wajib mendahului ibu bapak dibanding istrinya.
Lalu, kedua pasangan pun wajib tau bahwa orang tua mereka bertambah dan sama
kedudukannya.
Selepas
hari bahagia itu, yang dulunya selalu melakukan sendiri kini menjadi berdua.
Hal yang dulunya haram kini menjadi halal, bahkan menjadi sebuah ibadah yang
akan didokumentasikan oleh Malaikat Rakib. Menikah bukan mencari kebahagiaan
semata, namun sebagai ladang pahala bagi mereka yang betul-betul menjalani
dengan penuh ketulusan dan kesabaran. Sebab, ada dua kepala yang harus
saling menyatukan frekuensi. Ilmu komunikasi, memahami, menyayangi, menghormati, mencintai,
memaafkan, mengalah dan seterusnya akan sering-sering kita aplikasikan.
Learning by Doing, meskipun kita butuh sharing kepada orang tua/sahabar kita,
tapi… yang paling penting adalah belajarlah dari apa yang kita alami, sebab
akan lebih membekas. Dan yang paling penting, jangan pernah
membanding-bandingkan rumah tangga orang lain. Fokus saja pada masa depan
keluarga kecilmu.
Hari
ini usia pernikahan kami masih sangat muda, 2 month 2 week :). Dan
Alhamdulillah sedang mengalami morning sick trisemester pertama yang usianya sudah
10 week ^_^.
Postingan
selanjutnya, saya akan meceritakan pengalaman hamil pertama saya, agak sedikit
mengkhawatirkan sebenarnya. Tapi, saya dan suami tetap berpasangka baik
padaNya.
BedRoom,
19 Februari 2016
15.41.