Kamis, 18 Februari 2016

Dua Insan Bersatu


                                               Ayah, Ibu, Iin, YazZ, Mama dan Bapak
Hari sakral di hari sabtu, 5 Desember 2015 tepat seorang Bapak separuh baya menyerahkan anak pertamanya  dengan penuh isak dan haru biru kepada seorang lelaki soleh In ya Allah.
Pada saat itu pula, seluruh tanggungjawab diserahkan kepada sang suami. Betapa hancur hati para syaitan menyaksikan ikatan suci tersebut. Lantunan Do’a-do’a dari para karib dan keluarga beserta para malaikat memuji dan mengaminkan seluruh Do’a.
Bahagia, yah..siapa yang tak bahagia pada hari itu? para tamu berdatangan dari penjuru kecamatan dan kabupaten. Satu persatu memberikan selamat dan tak lupa mendokumentasikan wajah ceria mereka.
Allah tidak akan pernah salah dalam perihal jodoh, ia akan mempertemukan seorang lelaki dan perempuan yang tepat  di waktu yang tepat.  Ingat kalimat ini? “akan indah pada waktunya”, yah kalian pasti akan merasakan masa itu, yang kita perlukan hanyalah sabar menanti ketentuan Sang Penentu dan tak lupa terus berbaik sangka atas apa yang ditimpakan kepada kita.

Sejak saat itu pula sang istri wajib taat pada suaminya melebihi ibu bapaknya. Istri juga perlu tahu bahwa suami wajib mendahului ibu bapak dibanding istrinya. Lalu, kedua pasangan pun wajib tau bahwa orang tua mereka bertambah dan sama kedudukannya.

Selepas hari bahagia itu, yang dulunya selalu melakukan sendiri kini menjadi berdua. Hal yang dulunya haram kini menjadi halal, bahkan menjadi sebuah ibadah yang akan didokumentasikan oleh Malaikat Rakib. Menikah bukan mencari kebahagiaan semata, namun sebagai ladang pahala bagi mereka yang betul-betul menjalani dengan penuh ketulusan dan kesabaran.  Sebab, ada dua kepala yang harus saling menyatukan frekuensi. Ilmu komunikasi, memahami, menyayangi, menghormati, mencintai, memaafkan, mengalah dan seterusnya akan sering-sering kita aplikasikan. Learning by Doing, meskipun kita butuh sharing kepada orang tua/sahabar kita, tapi… yang paling penting adalah belajarlah dari apa yang kita alami, sebab akan lebih membekas. Dan yang paling penting, jangan pernah membanding-bandingkan rumah tangga orang lain. Fokus saja pada masa depan keluarga kecilmu.

Hari ini usia pernikahan kami masih sangat muda, 2 month 2 week :). Dan Alhamdulillah sedang mengalami morning sick trisemester pertama yang usianya sudah 10 week ^_^.
Postingan selanjutnya, saya akan meceritakan pengalaman hamil pertama saya, agak sedikit mengkhawatirkan sebenarnya. Tapi, saya dan suami tetap berpasangka baik padaNya.

BedRoom, 19 Februari 2016
15.41.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Air di Pelupuk Mata

Waktu yang diijabah terlelapnya para pecinta dunia Mereka yang berharap dan meminta menghampar tumpuan sahaya saat bangkit akan terliha...