Merah Muda
Masa lalu sudah lewat, masa depan lebih penting.
Minggu, 21 April 2024
Air di Pelupuk Mata
Waktu yang diijabah
terlelapnya para pecinta dunia
Mereka yang berharap dan meminta
menghampar tumpuan sahaya
saat bangkit akan terlihat
tetesan tulus yang begitu lebat
mengering tanpa sapuan
gelap gulita memalam keheningan
Garis kehidupan berbaris menengadah
lagi, kepada siapakah?
Air di Pelupuk Mata
Angan bertaut ujungnya
Meski tahu tidak kini
tetap saja berkarut hati
tak salah mengakui
karena Dia seluruh dihati
Minggu, 11 Juni 2017
Mendidik Sesuai Fitrah NHW4#
Tiap pekan
selalu saja membuat saya penasaran dengan NHW apa lagi yah yang akan diberikan.
Syukurnya,
tiap NHW yang diberikan selalu bertolak dari NHW sebelumnya jadi, kita tidak
lupa tuh materi-materi kemarin dan memang ini bukan sekedar menyimak materi lalu kumpul tugas. Langsung
dipraktekkan, masyaAllah apalagi NHW#3 sengaja tidak saya post di sini, malu
boo kan diminta untuk buat surat cinta buat suami dan apa responnya...hhehe.
Oia,
sebenarnya saya udah kelewat deadline untuk ngumpul NHW#4 seolanya kemarin abis
perjalan jauh dari kampung suami Palopo-Maros(rumah ortu saya), dan pada saat
tiba saya dan si kecil kurang sehat. Adam flu+demam+diare sedangkan saya
flu+meriang+badan ngilu (mungkin pengaruh hamil yang sudah memasuki 32 week).
Ditambah suami yang ngejar deadline kerja laporan, Alhamdulillah ortu dan adik
saya bisa direpoti dengan kehadiran kami di rumah. Tibalah hari ini, saya sudah
merasa kembali fit dan saatnya mengerjakan tugaasss. Fightingg! :D
Cekidot,
a.
Mari kita lihat kembali Nice Homework
#1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di
Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda
ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
Jawab: Baiklah, kita tengok dulu NHW#1
saya, bisa dilihat di sini.
In sya Allah saya tidak akan mengubah
jurusan ilmu di universitas kehidupan ini, sebab menurut saya itu sudah satu
kesatuan dalam hidup saya. Jika saya otpimal untuk mendalaminya in sya Allah
pengaplikasiannya juga akan maksimal.
b.
Mari kita lihat Nice Homework #2,
sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita?
Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri”
setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi
lunak terhadap diri kita.
Jawab:
lihat NHW32 saya di sini.
Sebenarnya,
ketika saya membuat indikator Ibu Profesional tersebut saya berpatokan dari
rutinitas saya tiap hari. Jadi, in sya Allah semua terlaksana dengan baik. Kecuali
ketika memasuki bulan Ramadhan ini ada perubahan sedikit dan perlajanan kami ke
kampung suami ketika tiba di sana pun tidak sesuai dengan apa rutinitas kami
tiap hari di kontrakan.
Misi
Hidup : Melakukan segala perintah dan menjauhi LaranganNya dengan cara taat
pada suami, mendidk aanak sesuai fitrahnya serta menjadi warga berkontribusi
dalam lingkungan.
Bidang : Psikolog tanpa licensi.
Bidang : Psikolog tanpa licensi.
Peran
: Menjadi Istri, ibu dan warga yang bermanfaat bagi sesama.
c.
Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang
diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
Untuk bisa menjadi ahli dibidang
Pendidikan Ibu dan Anak, Saya memerlukan ilmu-ilmu sebagai berikut :
- Ilmu Tazkiyatun Nafs : ilmu tentang pembersihan
jiwa dari segala hal negatif.
- Bunda Sayang : Ilmu Mengsuh dan Mengasihi anak.
- Bunda Cekatan : Ilmu manajemen waktu
- Bunda Produktif : Ilmu ekonomi (pengaturan
keuangan), bakat yang dimiliki dikelola dengna baik sehingga bermanffat
untuk produktifitas di Rumah Tangga.
- Bunda Shaleha : Ilmu hablu minalllah dan hablu
minannas.
d. Tetapkan Milestone
untuk memandu setiap perjalanan anda.
Jawab:
Untuk Mailstone pengetahuan dasar seputar ilmu Psikologi sudah saya mulai
sejak tahun 2010 ketika duduk di bangku kuliah semster satu hingga semester
akhir di 2014. Untuk selanjutnya mengenai pendalmaan ilmu Agama saya mulai serius
sejak duduk di bangku SMA tahun 2007. Saya menikah di tahun 2015 dan mulai
memasuki babak baru dalam kehidupan yang akan terus saya upgrade hingga ajal
menjemput.
Berikut Milestone yang saya tetapkan;
KM
0 – KM 1 ( tahun 1 ) : Mempelajari ilmu Tazkiyatunnafs, Bunda Saleha, bunda
cekatan, produktif dan bunda sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Mempraktekkan ilmu Tazkiyatunnafs, Bunda Saleha, bunda cekatan, produktif dan bunda sayang
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Mendalami ilmu Tazkiyatunnafs, Bunda Saleha, bunda cekatan, produktif dan bunda sayang
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai ilmu Tazkiyatunnafs, Bunda Saleha, bunda cekatan, produktif dan bunda sayang
KM 1 – KM 2 (tahun 2 ) : Mempraktekkan ilmu Tazkiyatunnafs, Bunda Saleha, bunda cekatan, produktif dan bunda sayang
KM 2 – KM 3 (tahun 3 ) : Mendalami ilmu Tazkiyatunnafs, Bunda Saleha, bunda cekatan, produktif dan bunda sayang
KM 3 – KM 4 ( tahun 4) : Menguasai ilmu Tazkiyatunnafs, Bunda Saleha, bunda cekatan, produktif dan bunda sayang
e.
Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan
waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera
ubah dan cantumkan.
Jawab:
Seperti
yang sudah saya buat pada NHW#2, saya sudah mencantumkan apa-apa saja misi-misi
untuk mewujudkan visi saya dalam universitas kehidupan ini.
f.
Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0
Jawab:
Insya
Allah Bismillaahirrahmaanirrahiim…Semoga Allah
memudahkan niat baik saya dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan menjadi
manusia yang bermanfaat di dunia ini.
Aamiin...ya Rabbal Alamin.
Kamis, 25 Mei 2017
Nice Home Work Part 2 (Indikator Ibu Profesional)
Bismillah...pekan kedua di bulan ini kembali saya kana memposting tugas dari kelas Matrikulasi IIP. Jadi, kali ini kami diminta untuk membuat indikoator Ibu Profesional sesuai materi yang telah diberikan. Berikut Indikator yang telah saya buat; jika ingin lebih jelas klik di sini --> https://drive.google.com/open?id=0B_fl96MC6vjoM1NLWGpyMFJlNW8
Ket: Merahmuda= IndividuHijau= Istri
Kuning= Ibu
Kamis, 18 Mei 2017
Nice HomeWork #NHW1
Bismillahirrahmanirrahim,
Lama tak membuka blog ini, untuk kedepannya mungkin saya
akan sering2 nge-post karena
Alhamdulillah tahun ini saya bisa bergabung di kelas Martikulasi IIP( Institut
Ibu Profesional). Gimna? Keren kaaan! Hehe. Nah, kali ini saya akan mengerjakan
NHW (Nice HomeWork) perdana yang akan saya tuliskan di bawah ini. Cekidoot...
1.
Tentukan
satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini?
Empat tahun
saya belajar tentang Ilmu Psikologi seperitnya memang belum cukup, sebenarnya
saya ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi namun...saya lebih memilih
menjadi Ibu Rumah Tangga (meskipun menikah bukanlah penghalang untuk
melanjutkan study, tapi untuk tipikal
seperti saya, saya harus fokus mendidik anak-anak dan berbakti pada suami) dan
apalagi suami saya memiliki profesi yang dari dulu saya cita-citakan yaitu
seorang Psikolog. Nah, untuk jawaban saya kali ini ilmu yang akan saya tekuni adalah ilmu agama
islam..sebab, ilmu ini tidak akan ada habisnya dan tidak akan bisa saya
selesaikan meskipun ajal telah menjemput. Jadi, saya senang mengcombine antara psikologi dan ilmu agama
islam.
2. Alasan terkuat apa yang Anda miliki
sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?
Karena kita hidup di dunia hanya sementara jadi,
ketika saya menekuni ilmu ini serta mengaplikasikannya tidak hanya bermanfaat
untuk di dunia namun bermanfaat untuk akhirat. Serta sangat bermanfaat untuk
anak-anak saya. Di samping itu ilmu psikologi yang telah saya dapatkan pun bisa
diterapkan dimana saja.
3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan
Anda rencanakan di bidang tersebut?
Tiap
selesai sahalat subuh saya dan suami mengkaji satu buku/ kitab per bab atau per
tema tiap hari. Untuk durasi waktu tergantung kemampuan kami sebab selain
referensi dari buku saya juga membaca artikel-artikel atau tafsir ayat/hadist dari
berbagai media online. Untuk ilmu psikologi cukup mengaplikasikan apa yang
telah kami dapatkan dari bangku kuliah dan mengikuti seminar-seminar yang
berkaitan dengan hal tersebut (terutama tentang parenting).
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda
perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?
Untuk
Pribadi, meluruskan niat lillahi ta’ala di samping untuk mencerdaskan anak-anak
saya dan menjadi bekal untuk akhirat. selain itu istiqamah dalam menuntut ilmu
tidak sekedar dapat ilmu lalu tidak mengaplikasikan apalgi membagi-bagi ilmu
yang telah di dapatkan.
Untuk
ilmu itu sendiri, berusaha mendapatkan ilmu yang sahih. Jelas sumber dan
perawinya serta tidak asal comot
ketika mendapatkan informasi dari berbagai media online.
Alhamdulillah
saya bisa menyelesaikan tugas perdana ini, semangat para pejuang Ilmu :D.
Minggu, 01 Mei 2016
Oleh-oleh seminar "Quantum Qur'an Parenting".
Quantum Qur’aniq Parenting. (Grand Celino
Hotel,1 Mei 2016)
“Didiklah
anakmu sesuai jamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu”. Begitulah kira-kira kata–Ali
Bin Abi Thalib- tentang parenting.
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, saya bisa
menjadi salah satu dari peserta seminar ini, berikut ada sedikit oleh-oleh yang
saya bawa pulang dari seminar tersebut, semoga bermanfaat. :D
Ketika memasuki ruang
seminar, saya sedikit terlambat. Sehingga, saya tidak mengikuti dari awal tapi saya
langsung berusaha focus apa yang sedang disampaikan pemateri pertama (Uzt.DRG.
Muhammad Syafaat). Karena saya tidak mengikuti secara keseluruhan maka saya
juga browsing mengenai penjelasan dari slide tersebut. Jelasnya pada slide yang
ditampilkan mengenai bagaimana perlakuan kita terhadap anak sesuai usianya
(Parenting ala Ali bin Abi Thalib):
1.
Usia
0-7 Tahun à Anak sebagai raja. Melayani
anak pada usia ini melakukannya dengan tulus dan sepenuh hati. Banyak hal kecil
yang kita lakukan akan berdampak luar biasa ketika mereka dewasa. Misalnya,
ketika mereka meminta tolong membukakan penutup botol maka segera mungkin kita
membantu membukanya. Sehingga, ketika dewasa kita meminta tolong padanya anak
juga akan segera membantu kita. Ketika kita tanpa bosan berusaha keras
mengusapnya, membelai hingga ia tertidur pulas. Maka betapa senangnya kita saat
di usia yang makin menua ia memijat atau membelai punggung kita saat kita
merasakan lelah dan sakit.
2.
Usia
8-14 Tahun à Anak
sebagai tawanan. Pada usia ini sangat tepat jika anak sudah mulai diberikan hak
dan kewajiban tertentu. Rasulullah SAW mulai memerintahkan seorang anak pada
usia 7 tahun, jika tidak ia lakukan maka kita boleh memukulnya atau memberikan
hukuman seperlunya. Pada usia ini kita sudah mulai mengajarkan kepada anak
tentang hukum-hukum agama. Misalanya, Shalat tepat 5 waktu dan wajib untuk para
lelaki shalat berjama’ah di masjid, Menutup aurat, menjaga pergaulan dengan
lawan jenis, membantu pekerjaan rumah tangga sesuai usianya dan mulai
menerapkan kedisiplinan (memberikan reward/punishment).
3.
Usia
15-21 Tahun Ã
Anak sebagai sahabat. Disinilah kita sudah bisa berbicara dari hati ke hati. Pada
usia ini anak sudah memasuk akhil baligh. Kita mulai menjelaskan perubahan-perubahan
apa saja yang ada pada mereka. Mulai dari perubahan secara fisik, mental spiritual,
social budaya dan lingkungan. Dan menjelaskan bahwa pada saat ini anak sudah
memilki buku catatan amalan sendiri yang akan ia tanggungjawabkan di akhirat
kelak. Anak pun sudah bisa diberikan tanggungjawab yang lebih berat lagi.
Setelah penjelasan tersebut
kita break sahalat ashar, lalu dilanjutkan dengan pemateri kedua (Uzt.
Muahammad Natsir).
Pemateri
menceritakan perihal dirinya dan bagaimana ia mendidik anak-anaknya. Beliau
memiliki 3 anak, anak pertama (15 th meghafal di usia 8 tahun) kedua (13 th
menghafal di suia 10 tahun) sudah mampu menghafal Qur’an sejak usia mereka mencapai
10 tahun dan yang luar biasanya lagi backround orang tua mereka bukan pelaku
agama tapi seorang pendaki gunung dan manager sekolah Musik. Namun, demi
niatnya untuk menjadikan anaknya menjadi ahli Qur’an dan mulai berinfaq dijalan
Allah dan meninggalkan pekerjaan tersebut.
Anak yang
terakhir usianya masih 1 tahun 3 bulan dan di usianya 12 jam ia sudah dibawa ke
masjid shalat subuh berjama’ah. Masya Allah it’s crazy, sebab org sukses memang
selalu melakukan hal-hal gila yang di luar kepala. Dan banyak hal gila lagi
yang ia lakukan, seperti mewakafkan rukonya yang sudahdi beli untuk tadabbur
Qur’an, dan malah tempat tinggalnya hanya kontrakan. Dan yang terlihat dari
anak ketiga yaitu bagaimana refleksi terhadap Al-Qur’an, betapa antusiasnya
ketika mendengar orang mengaji dia pun menggerak-gerakkan tangannya, ketika
mendapati Al-Qur’an dia seolah-olah komat kamit bersuara tak jelas seperti
orang mengaji sambil menggerakkan tangannya, karena setiap hari iaikut belajar
menhafalQur’an dengan metode Keisa.
Sejak dini
beliau memang mengajarkan anak-anaknya untuk shalat tepat waktu dan berjama’ah
di masjid, belajar melakukan sunnah, contohnya bersedekah. Sabda Rasulullah “Makanlah
dari sebagian reskimu”. Maka ketika anaknya diberi uang saku Rp 20.000 maka separuhnya
(Rp 10.000) disedekahkan. Lalu begitu seterusnya…
Bertutur kata
dan bersikap yang baik terhadap anak, belajar untuk selalu menanamkan hal-halal
positif dalam diri anak, dan menjadi
Tauladan terhadap anak-anak. Sehingga ikatan emosional tercipta dengan sangat
erat. Ketika anak mula mendurhakai orang tua, sebaiknya segera kita intropeksi
diri…apakah yang telah kita ajarkan sudahkah pantas untuk mereka atau tidak, hal ini mengenai tentang larangan
dan perintah (terlepas dari factor pengaruh lingkungan dan social budaya).
Rangkuman sesi Sharing
Bagaimana
mendidik anak dan istri?
Mendidik istri
susah-susah gampang di banding mendidik anak, maka disarankan untuk kedua orang
tua terlebih dahulu focus medidik si anak, sehingga sedikit demi sedikit istri
akan mengikut (jika sadar terhadap perannya sebagai madrasah utama). Beliau
bercerita bahwa istrinya dalam hal ibadah tidak bagus-bagus amat tapi untuk
segala keperluan suami dan anak disiapkan sehingga sang suami (Uztd. Natsir)
seperti raja, tak perlu melakukan banyak hal di rumah, tak perlu mempersiapkan
segala sesuatu jika akan bepergian. Ternyata hal tersebut sangat luar biasa
bagi suami. Dan Alhamdulillah sedikit demi sedikit istri dan beliau pun semakin
memperbaiki diri.
Bagaimana
membuat anak bisa menghafal Qur’an?
Untuk seorang
anak di usia yang masih sangat minim akan sangat menyukai gerakan atau berlari,
tak ada kelelahan jika ia bermain sepanjang hari. Sehingga metode mengahafalnya
pun harus sesuai dengan usianya, jangan membuat anak menghafal dengan berdiam
diri, bisa sambil bermain dan berlarian… sekarang sudah banyak metedo menghafal
yang kita bisa dapatkan (mis. Metode Kaisa, menghafal dengan gerakan) Jadi,
seorang anak tidak sekedar menghafal tapi mereka harus tau makna dari
hafalannya.
Bagaimana
membuat anak bisa shalat berjama’ah di masjid?
Tidak boleh ada
paksaan dalam hal ini, maka dari itu kita tadi sudah mengetahui bahwa
perkenalkan mereka dengan masjid, ajar mereka untuk mencintai masjid. Makax,
ketika banyak anak-anak dimasjid berlarian, bermain tegur seperlunya bukan
malah menyuruh mereka keluar dari masjid. Perintah anak ke masjid tidak sekedar
memerintah saja, tapi dilakukan bersama-sama. Jika ayah masih diluar rumah bisa
dititipkan kepada tetangga, bisa pula sang ibu yang bersama-sama ke masjid
(tergantung situasi dan kondisi, kreativitas ortu masing-masing).
Perlu diketahui
bahwa, meberikan perhatian terus menerus kepada anak, memberikan pujian, dan di
akhir perhatian tersebut kita bisa menyelipkan sebuah perintah “nak, ingat
shalat tepat waktu yah!”, “nak, ingat selalu mengaji yah!”. In Sya Allah
kalimat tersebut akan membekas di hati anak-anak kita.
Bagaimana
aturan Menonton TV untuk anak?
Mnegenai sikap
orang tua terhadap benda tersebut banyak caranya, ada orang tua yang memang
meniadakan TV ada pula yang membatasi tontonan apa saja yang bisa disaksikan
oleh anak. Menurut pemateri, TV yang sudah terlanjur ada di rumah tidak perlu
langsung di buang atau dilenyapkan dari hadapan akan-anak, namun para ortu bisa
membuat MoU atua peraturan-peraturan siaran apa saja yang patut di tonton, dan
tidak. Semuanya diberi penjelasan, tidak sekedar melarang.
Tambahan dari
pemateri pertama, jika ingin mendapatkan uang jutaan, puluhan juta hingga
trlyunan maka bersiap pula kita mensedekahkan jutaan,puluhan juta hingga
trilyunan.
Ada tiga hal penting yang
bisa saya jadikan pelajaran dari materi dan sesi sharing tersebut.
1.
Anak
tidak sekedar di doakan, di usahakan untuk menghafal Al-Qur’an. Tapi, menjadi Ahli
Al-Qur’an.
2.
Ternyata
hal-hal sepele menurut saya ( menyiapkan segala keperluan anak dan suami, saya
rasa memang seperti itulah tugas istri ) yang dilakukan para istri merupakan
hal luar biasa untuk suami, apalagi ketika kita berbuat lebih untuk suami.
3.
Saya
harus semakin giat belajar, bekerja keras bagaimana bisa menjadi ibu dan istri
yang selau bertutur dan bersikap baik dan benar sesuai Al-Qu’ran dan As-Sunnah
sehingga kelak yang diingat oleh anak-anak adalah hal-hal positif.
ohh iya, tambah lagi... apa pun backround kita, pekerjaan, asal usul, kalau niatnya karena Allah ikhtiar dan tawakkal jalan terus semua anak bisa jadi Ahli Qur'an. In sya Allah
ohh iya, tambah lagi... apa pun backround kita, pekerjaan, asal usul, kalau niatnya karena Allah ikhtiar dan tawakkal jalan terus semua anak bisa jadi Ahli Qur'an. In sya Allah
Sekian sedikit oleh-oleh
dari saya, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat semoga apa yang
telah saya paparkan bermanfaat untuk para pembaca.:D
Ada dua buku Rekomended yang bisa kalian baca, tapi hanya satu yang sempat saya beli judulnya" Masuk Surga Sekeluarga"oleh KH.Bachtiar Natsir.
Ini bukunya + free VCD CeramahInna, sy, dan Ica kami yang Janjian menghadiri acara hehe
Suasana saat acara berlangsung, oh sepertinya ini saat pengisi acara melantunkan suaranya "kun Anta" by Asykar Moesa.
-In-
09.49 AM.
Bed Room, 3 Mei 2016.
Kamis, 18 Februari 2016
Dua Insan Bersatu
Ayah, Ibu, Iin, YazZ, Mama dan Bapak
Hari
sakral di hari sabtu, 5 Desember 2015 tepat seorang Bapak separuh baya
menyerahkan anak pertamanya dengan penuh isak dan haru biru kepada
seorang lelaki soleh In ya Allah.
Pada
saat itu pula, seluruh tanggungjawab diserahkan kepada sang suami. Betapa
hancur hati para syaitan menyaksikan ikatan suci tersebut. Lantunan Do’a-do’a
dari para karib dan keluarga beserta para malaikat memuji dan mengaminkan
seluruh Do’a.
Bahagia,
yah..siapa yang tak bahagia pada hari itu? para tamu berdatangan dari penjuru
kecamatan dan kabupaten. Satu persatu memberikan selamat dan tak lupa
mendokumentasikan wajah ceria mereka.
Allah
tidak akan pernah salah dalam perihal jodoh, ia akan mempertemukan seorang
lelaki dan perempuan yang tepat di waktu yang tepat. Ingat kalimat
ini? “akan indah pada waktunya”, yah kalian pasti akan merasakan masa itu, yang
kita perlukan hanyalah sabar menanti ketentuan Sang Penentu dan tak lupa terus
berbaik sangka atas apa yang ditimpakan kepada kita.
Sejak
saat itu pula sang istri wajib taat pada suaminya melebihi ibu bapaknya. Istri
juga perlu tahu bahwa suami wajib mendahului ibu bapak dibanding istrinya.
Lalu, kedua pasangan pun wajib tau bahwa orang tua mereka bertambah dan sama
kedudukannya.
Selepas
hari bahagia itu, yang dulunya selalu melakukan sendiri kini menjadi berdua.
Hal yang dulunya haram kini menjadi halal, bahkan menjadi sebuah ibadah yang
akan didokumentasikan oleh Malaikat Rakib. Menikah bukan mencari kebahagiaan
semata, namun sebagai ladang pahala bagi mereka yang betul-betul menjalani
dengan penuh ketulusan dan kesabaran. Sebab, ada dua kepala yang harus
saling menyatukan frekuensi. Ilmu komunikasi, memahami, menyayangi, menghormati, mencintai,
memaafkan, mengalah dan seterusnya akan sering-sering kita aplikasikan.
Learning by Doing, meskipun kita butuh sharing kepada orang tua/sahabar kita,
tapi… yang paling penting adalah belajarlah dari apa yang kita alami, sebab
akan lebih membekas. Dan yang paling penting, jangan pernah
membanding-bandingkan rumah tangga orang lain. Fokus saja pada masa depan
keluarga kecilmu.
Hari
ini usia pernikahan kami masih sangat muda, 2 month 2 week :). Dan
Alhamdulillah sedang mengalami morning sick trisemester pertama yang usianya sudah
10 week ^_^.
Postingan
selanjutnya, saya akan meceritakan pengalaman hamil pertama saya, agak sedikit
mengkhawatirkan sebenarnya. Tapi, saya dan suami tetap berpasangka baik
padaNya.
BedRoom,
19 Februari 2016
15.41.
Sabtu, 22 Agustus 2015
Cita-citaku
Kau memiliki masa lalu Begitu pun Aku Di saat kau benar-benar memilihku dan aku menerimamu Di saat itu pula.. Masa lalu menjelma menjadi masa depan Aku tidak peduli dengan segenap masa lalumu Tak akan ku usik sebab ada hikmah dibaliknya, Yang aku tau ketika KAU, AKU menjadi KITA
Tugasku adalah Patuh padamu, Percaya katamu, Pahami inginmu, Mengerti rasamu, Tentramkan jiwamu,
Padamkan amarahmu, Bahagiakan dirimu, Doakanmu selalu dan Melahirkan anak-anakmu... Karena surgaku ada dibawah telapak kakimu kiki emotikon
*Siapa pun dirimu yg akan ditakdirkan Allah untukku. In sya Allah
-Ien
(Jum'at, 21 Agt 2015. 12:24 AM)
Langganan:
Komentar (Atom)
Air di Pelupuk Mata
Waktu yang diijabah terlelapnya para pecinta dunia Mereka yang berharap dan meminta menghampar tumpuan sahaya saat bangkit akan terliha...
-
Kau memiliki masa lalu Begitu pun Aku Di saat kau benar-benar memilihku dan aku menerimamu Di saat itu pula.. Masa lalu menjelma menjadi...
-
Telah kusebut disela-sela Waktu yang Diijabah Sejenak aku menoleh ke belakang Hingga Menerawang jauh ke angkasa, Imagi memangg...




